Kuliner | Jamuan Eropa Abad 19

Kuliner | Jamuan Eropa Abad 19 – Topik halaman menu warung 8: Indonesia memiliki keragaman kuliner dari Sabang hingga Merouke yang memiliki cita rasa khas daerah masing-masing. Keanekaragaman kuliner ini tidak lepas dari sejarah nusantara kuno (Indonesia). Sejarah kuliner Indonesia yang tidak banyak dibahas dalam semua topik sejarah di bidang budaya.

Kehidupan sosial dan ekonomi memiliki sejarah yang panjang dari prasejarah hingga saat ini. Pada tahun 1901 setelah munculnya politik etika dimana bangsa Indonesia mulai mengenyam pendidikan pada tahun dan pada saat itu juga serbuan orang-orang Eropa yang datang ke Hindia Belanda untuk menetap dan bekerja atau sekedar untuk berwisata. Budaya Eropa masuk dan campuran budaya asli dan Eropa muncul.Dalam buku Rijsttafel: Budaya Kuliner Indonesia Pada Masa Kolonial 1870-1942 karya Fadly Rahman.

kita menyaksikan banyak percampuran budaya, termasuk makanan dan jamuan makan. Perjamuan selama periode kolonial disebut Rijsttafel. Tanggal 19, Rijsttafel berasal dari kata “Rijs” yang berarti nasi dan “tafel” yang berarti meja, namun dalam artiannya Rijsttafel lebih dikenal sebagai “mangkok nasi”. Ruang makan. Silakan baca juga artikel menarik lainnya dengan klik disini.

Tentang warung 88

blog berbagi informasi seputar kuliner makanan dan minuman yang viral.
Tulisan ini dipublikasikan di Kuliner dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.